Umumnya
mainan anak-anak yang beredar di pasaran saat ini sudah mencantumkan batasan
untuk usia berapa mainan itu ditujukan.
Adapun hal tersebut ditujukan untuk mencegah bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh mainan tersebut, misalnya ada komponen yang bisa terlepas dan tertelan si kecil.
Karenanya, sebagai orang tua harus lebih selektif memilihkan mainan untuk si kecil. Namun apabila ternyata catatan batas usia tidak tercantum, berikut ini beberapa hal yang perlu bunda perhatikan dalam memilih mainan untuk buah hati terkasih:
Adapun hal tersebut ditujukan untuk mencegah bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh mainan tersebut, misalnya ada komponen yang bisa terlepas dan tertelan si kecil.
Karenanya, sebagai orang tua harus lebih selektif memilihkan mainan untuk si kecil. Namun apabila ternyata catatan batas usia tidak tercantum, berikut ini beberapa hal yang perlu bunda perhatikan dalam memilih mainan untuk buah hati terkasih:
1. Mainan
itu sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, tidak terlalu kecil atau ada bagian
yang mudah atau dapat dilepas-lepas oleh si kecil sehingga ada kemungkinan
untuk dimasukkan ke mulut;
2. Usahakan
agar mainan tersebut tidak terdiri dari tali yang panjang, misalnya lebih dari
20 cm;
3. Carilah
mainan yang tidak terdiri dari bagian-bagian bersudut yang berbahaya, misalnya
dapat membuat jari-jari terjepit atau memiliki ujung-ujung yang tajam;
4. Hindari
mainan yang terdiri dari kayu-kayu, kancing atau bagian jahitan-jahitan yang
dapat mudah terlepas;
5. Hindarkan
mainan yang mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya atau berbau tajam
seperti cat atau lem; dan
6. Carilah
mainan yang terbuat dari bahan material yang ringan seperti kain atau plastik,
bukan dari besi misalnya untuk mobil-mobilan, sehingga apabila mainan ini
dilempar-lempar tidak membahayakan.
Selain hal-hal diatas, tentu saja pengawasan orang dewasa saat si
kecil sedang bermain merupakan hal yang mutlak diperlukan, karena mainan yang
tampaknya aman sekalipun bisa berbahaya untuk buah hati bunda.

No comments:
Post a Comment