Anak-anak akan selalu menjadi
anak-anak, dan memang tidak ada salahnya untuk membiarkan mereka menjadi
anak-anak. Di balik sikap lucu dan lugunya, sopan santun dan tata krama juga
sangat penting. Ketrampilan sosial ini akan membuat mereka memiliki rasa
percaya diri dan sukses dalam kehidupannya.
Apa
saja tata krama yang perlu dimiliki anak-anak?
1. Mengucapkan "Tolong"
dan "Terima kasih"
Kadang saya perlu selalu
mengingatkan tata krama yang satu ini kepada anak-anak. Biasakan mereka untuk
berkata "Tolong" jika ingin meminta bantuan dan mengucapkan
"Terima kasih," jika telah dibantu atau diberikan sesuatu.
Dan
suatu hari saya sangat tersentuh, ketika putri saya memeluk saya dan
mengucapkan terima kasih atas makanan yang lezat.
2. Mengucapkan "Permisi"
dan "Maaf"
Anak-anak kerap menabrak sesuatu
ketika berlari atau bersendawa karena kembung atau kenyang atau bisa jadi buang
angin. Hal ini memang tidak disengaja, tetapi mereka tetap harus berkata maaf
setelah hal itu terjadi, dan mengucapkan "Permisi" bila akan lewat.
3. Tidak mengatakan hal yang tidak
enak mengenai makanan
Tidak semua makan yang disajikan terlihat indah di mata. Kadang apa yang disajikan tidak menarik ataupun terlihat tidak enak. Anak perlu tahu tata karam dan sopan santun agar tidak menyinggung orang yang telah menyajikannya.
Saya
selalu berkata kepada anak-anak, "Cobalah dulu, kamu akan
menyukainya." Dan biasanya mereka memang menyukainya.
4. Tidak menyela pembicaraan
Anak-anak selalu ingin menjadi yang
pertama untuk didengar dan diperhatikan. Dan jika mereka belum mendapatkannya,
mereka akan memanggil berulang-ulang sampai kita menoleh.
Biasanya
saya akan sedikit membesarkan mata dan berkata, "Sayang, Ibu sedang
berbicara dengan orang lain." Dan biasanya mereka akan mengerti.
Atau
lebih baik lagi jika anak diajarkan sebuah kode bila ingin menyela pembicaraan.
Misalnya, ketika saya sedang duduk bercakap-cakap dengan teman, mereka
menghampiri saya dan meletakkan telapak tangannya ke lutut saya yang sedang
asyik bicara. Lalu saya meremas tangannya dengan lembut sebagai tanda agar
mereka sabar menunggu gilirannya.
5. Merapikan kembali benda-benda
yang telah digunakan
Agak sulit mengajarkan kebiasaan
rapih kepada anak-anak. Bila ia terbiasa berantakan di rumah, tentunya
kebiasaan tersebut juga akan terbawa bila ia bertandang ataupun menginap di
rumah orang lain.
Cobalah
dengan sistem poin. Berikan 1 poin bila ia merapikan mainannya, atau kamarnya.
Poin tersebut dapat ditukar dengan hadiah setiap akhir pekan, misalnya untuk
cemilan sehat kegemarannya, stiker, ataupun benda yang bermanfaat lainnya.
6. Merapikan piring dari meja makan
Sejak dini, ajari anak untuk membawa
piring bekas makannya dari meja ke tempat cuci piring. Hal ini akan melatih
mereka untuk selalu menjaga kebersihan, kerapihan, kedisiplinan, serta sikap
gotong royong dalam keluarga.
7. Sikap menolong orang lain :
membukakan pintu dan mengangkat telepon
Sikap membantu orang lain dapat
dibina dari hal paling sederhana, misalnya membantu membukakan pintu bila ada
tamu datang, atau mengangkat telepon yang berdering bila kita sedang tidak
sempat.
Anak-anak
paling segan melakukan kedua hal itu jika mereka sedang melakukan sesuatu yang
mengasyikkan. Untuk melatihnya, mulailah dengan cara memuji orang lain
(misalnya kakaknya) yang membukakan pintu untuk orang lain.
No comments:
Post a Comment