Apa itu Hypnoparenting?
Beberapa
tahun terakhir hypnoparenting sering menjadi bahan pembicaraan, terutama
oleh orangtua yang beranggapan anaknya mempunyai masalah. Masalah tersebut
bisa berupa anak yang susah makan, kecanduan game, malas belajar,
membangkang, tidak percaya diri, mengompol dll.
Sebenarnya
apa itu hypnoparenting? Hypnoparenting berasal dari dua kata hypnosis
dan parenting, yaitu suatu metode memberikan sugesti positif (hypnosis)
yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya berkaitan dengan perkembangan dan
pendidikan anak.
Hipnosis dipercaya sangat efektif di aplikasikan pada anak-anak daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan anak-anak memiliki imajinasi yang kuat dan membuatnya lebih mudah untuk mengakses alam bawah sadar serta membawa perubahan yang di inginkan.
Secara
profesional hipnosis dilakukan oleh seorang terapis dengan
tahapan-tahapan tertentu dalam melakukannya. Tetapi orang tua dapat melakukan
sendiri di rumah dengan teknik yang mudah atau bahkan selama ini kita pernah
melakukannya di rumah secara tidak sadar.
Hypnoparenting
dilakukan pada saat anak berada pada gelombang pikiran alpha dan theta
yaitu kondisi di mana anak dalam keadaan rileks dan fokus atau asyik pada
sesuatu gambaran.
Pada waktu-waktu yang rileks Anda sebagai orang
tua bisa menjalin komunikasi dengan anak tentang masalah yang dihadapi.
Tunjukkan kasih sayang dan perhatian Anda sebagai orang tua. Dalam memberikan
sugesti, pilihlah kata-kata positif dan keluarkan dengan lembut dan
mendayu-dayu.
Dalam kondisi ini anak mudah menerima sugesti
positif yang berguna untuk mengatasi anak yang “bermasalah” atau memberikan
sugesti yang berguna untuk tumbuh perkembangan anak.
Contoh dari sugesti positif adalah,”Anak pintar
pipisnya di kamar mandi” atau “Sebentar lagi kamu akan bosan sekali main game”.
Kata-kata positif yang diucapkan dengan intonasi
yang rendah akan ditangkap pikiran bawah sadar anak sebagai kesan positif.
Berbeda dengan metode memberitahu anak dengan nada tinggi bahkan membentak,
menurut para ahli membentak akan menimbulkan rasa trauma dan dendam.
Perlihatkan bahasa tubuh yang menunjukkan
ketulusan dan perhatian dengan cara menatap sang buah hati kala berdialog,
menyentuh, mengelus dan mendekapnya dengan kasih sayang.
Teknik hypnoparenting
membutuhkan konsistensi dan kesabaran orang tua dalam menerapkannya. Selain itu
keberhasilan hypnoparenting sangat ditentukan
oleh lingkungan sekitar serta komitmen orang tua berkaitan dengan sugesti yang
diberikan kepada anak.
No comments:
Post a Comment